Breaking

Showing posts with label Gunung di Aceh. Show all posts
Showing posts with label Gunung di Aceh. Show all posts

Sunday, May 6, 2018

May 06, 2018

Gunung Borni Telong di Aceh

Gunung Borni Telong di Aceh

Sumber:



Gunung Burni Telong adalah gunung berapi aktif Lokasinya berada di Kabupaten Bener Meriah dan merupakan bagian Provinsi Aceh.

Singkatnya, Burni Telong adalah gunung berapi aktif yang merupakan salah satu spot pendakian terbaik yang ada di Aceh.untuk penjelajahan dan hiking. Meski statusnya aktif, gunung berapi tersebut tidak menghentikan wisatawan untuk datang dan menjelajahi gunung ini.

Gunung Burni Telong merupakan destinasi favorit bagi para pecinta alam serta wisatawan yang hobi mendaki gunung. Objek wisata ini memiliki keindahan alam yang menawan berupa hamparan perkebunan, hutan belantara serta pesona Bunga Edelweis yang dikenal sebagai salah satu jenis bunga langka. Selain itu, wisatawan juga akan disuguhkan dengan pemandangan memukau ketika berada di puncak gunung berapi ini.

Pesona utama Gunung Burni Telong pastinya merupakan pemandangan yang menakjubkan. Gunung ini memiliki ketinggian sekitar 2.624 meter di atas permukaan laut dan ada dua cara untuk sampai ke kawah. Rute pertama dimulai dari Desa Sentral di lereng tenggara. Rute lain terletak di lereng barat daya, yang bisa diakses dari Bandar Lampahan. Sebagian besar pengunjung menggunakan rute kedua saat harus melakukan trekking. Dibutuhkan sekitar 3-4 jam untuk mencapai kawah. Sepanjang jalan ke puncak, Anda bisa melewati hutan dan perkebunan kopi milik masyarakat setempat.

Faktanya bahwa gunung tersebut termasuk dalam 10 gunung tertinggi di Provinsi Aceh! Tak heran, banyak orang yang tertarik untuk mendapatkan pengalaman baru di tempat tersebut dengan menjelajahi gunung. Baik pemula maupun ahli diizinkan masuk ke gunung ini. Selama mereka datang dengan peralatan yang tepat dan persediaan yang cukup, semuanya baik-baik saja. Untuk trekking yang lebih aman dan lebih efisien, disarankan untuk datang dengan pemandu wisata.

Terakhir kali gunung ini mengeluarkan laharnya, terjadi pada 7 Desember 1924 yang menyebabkan kerusakan lingkungan pada alam sekitar serta pemukiman warga yang berada di kaki gunung. Memiliki ketinggian lebih dari 2.600 meter diatas permukaan laut, Gunung Burni Telong masuk dalam jajaran 10 besar gunung paling tinggi yang berada di Provinsi Aceh. Dalam bahasa Indonesia, nama gunung ini bisa diartikan sebagai gunung yang terbakar. Memang tak aneh, mengingat gunung ini merupakan gunung berapi yang masih aktif.

Kurang lebih selama 6 jam pendakian menyusuri hutan belantara, wisatawan akan tiba di tempat dimana Bunga Edelweis tumbuh subur. Di titik ini, ketinggian mencapai 2.000 meter diatas permukaan laut sehingga hawa dingin mulai menusuk tulang. Hamparan bunga abadi ini seolah menghilangkan rasa lelah para pendaki usai melewati rimbunnya hutan Gunung Burni Telong.

Bunga Edelweis merupakan jenis tanaman yang hanya tumbuh di daerah dataran tinggi. Para pendaki dilarang untuk memetik bunga cantik penghuni Gunung Burni Telong ini, karena bunga ini tergolong tanaman yang langka.

Setelah melewati hamparan bunga cantik tersebut, wisatawan akan tiba di jalur summit. Pada titik ini terdapat sebuah goa yang sering dijadikan sebagai tempat istirahat dan mendirikan tenda bagi para pendaki. Dari goa ini, puncak Gunung Burni Telong sudah cukup dekat hanya berjarak sekitar 200 meter saja.

Ketika tiba di puncak Gunung Burni Telong, akan terpampang sebuah mahakarya berupa samudra awan yang sungguh mempesona. Pemandangan dari puncak gunung, begitu indah mulai dari perbukitan hijau hingga pegunungan yang nampak berjejer. Di puncak, wisatawan akan menemukan bendera merah putih yang merupakan jejak para pendaki terdahulu.

Berminat mengunjungi lokasi ini???....

Friday, May 4, 2018

May 04, 2018

Pantan Terong di aceh

Pantan Terong di aceh

Sumber:
https://www.tempat.me/wisata/Pantan-Terong


Pantan Terong adalah destinasi wisata di Aceh Tengah yang terdapat pada puncak bukit, tempat ini menawarkan pemandangan alam yang begitu mempesona berupa perbukitan, Kota Takengon, dan Danau Laut Tawar dari ketinggian.

Aceh Tengah merupakan kabupaten yang sebagian besar daerahnya didominasi dengan dataran tinggi. Tak heran jika kabupaten di Provinsi Aceh ini memiliki begitu banyak tempat wisata alam dengan berbagai pesona serta karakteristik berbeda. Pantan Terong adalah sedikit contoh wisata alam yang bisa ditemui didaerah ini, menawarkan pemandangan menawan serta udara yang masih segar terbebas dari polusi.

Pantan Terong merupakan tempat wisata yang terletak di puncak bukit. Dari sini pandangan wisatawan akan dimanjakan dengan keindahan alam sekitar berupa perbukitan hijau, danau, sawah serta perkebunan milik warga. Keindahan alam begitu terjaga, serta udara yang dingin dan sejuk seolah menjadikan tempat ini sempurna.

Secara geografis, bukit ini terletak pada Dataran Tinggi Gayo, Kecamtan Bebesan, Kabupaten Aceh Tengah. Untuk menuju ke lokasi dari Pantan Terong ini wisatawan bisa terlebih dahulu menuju ke Kota Takengon yang tak lain adalah ibukota dari Aceh Tengah. Dari Kota Takengon, tempat ini bisa ditempuh dengan perjalan sekitar 15 menit saja atau dengan jarak tempuh kurang lebih 8 kilometer.

Ketika hendak berkunjung ke Pantan Terong, wisatawan tak perlu khawatir karena jalan yang menjadi akses menuju tempat wisata ini sudah dalam kondisi sangat baik. Meskipun demikian, wisatawan dihimbau agar tetap berhati-hati ketika berkendara karena jalan yang menanjak serta dipenuhi dengan tikungan curam. Pastikan kondisi kendaraan prima, serta kondisi tubuh siap untuk melakukan perjalanan.

Pesona Pantan Terong

Disepanjang jalan menuju Pantan Terong, wisatawan akan disambut dengan udara khas puncak yang dingin dan sangat sejuk. Pemandangan dikiri dan kanan jalan juga akan memanjakan mata wisatawan sehingga tak merasa bosan dalam berkendara.

Panorama alam berupa perbukitan hijau mendominasi disepanjang perjalanan. Wisatawan juga bisa melihat hutan pinus, perkebunan serta lembah-lembah yang indah saat menuju ke puncak. Di pinggir jalan, wisatawan akan banyak menjumpai warung-warung yang bisa digunakan untuk istirahat serta menikmati secangkir kopi gayo hangat untuk menghangatkan badan.

Setibanya dilokasi, wisatawan bisa dengan leluasa menikmati keindahan alam yang terpampang jelas dari puncak bukit. Pantan Terong memang terletak di puncak dengan ketinggian mencapai 1.830 meter diatas permukaan laut. Sehingga seluruh Kota Takengon bisa terlihat dari tempat wisata ini.

Pada tempat ini telah dibangun dua buah bangunan yang berbentuk seperti balkon raksasa untuk wisatawan yang ingin lebih dekat merasakan keindahan alam. Balkon-balkon ini terbuat dari beton, dan dilengkapi dengan pagar pembatas sehingga cukup aman untuk wisatawan.

Kedua balkon ini berada ditempat yang berbeda, balkon utama lokasinya berada didekat pintu masuk sedangkan untuk balkon kedua wisatawan harus jalan menuruni anak tangga yang ada disebelah kiri balkon utama. Pengunjung bisa memilih balkon mana saja untuk menikmati indahnya panorama Kota Takengon, keduanya menawarkan sensasi yang berbeda.

Saat berada dibalkon, wisatawan akan disuguhkan keindahan alam berupa barisan perbukitan yang nampak hijau, deretan pegunungan, serta Danau Laut Tawar pun bisa dinikmati dari tempat ini. Hembusan angin sepoi-sepoi pun bisa dirasakan menambah dinginnya suasana puncak. Tak jarang pengunjung juga bisa melihat pesawat yang lepas landas, dan mendarat di Bandara Rembele.

Selain menawarkan pesona alam yang memukau Pantan Terong juga berpotensi sebagai tempat wisata yang bisa digunakan untuk berbagai aktivitas minat khusus. Tempat ini bisa digunakan sebagai tempat bermain paralayang, atau juga gantole. Sayangnya, pengelolaan tempat wisata yang minim masih menjadi batu penghalang.

Fasilitas Pantan Terong

Fasilitas yang ada di Pantan Terong ini bisa dikatakan cukup memadai walaupun belum lengkap. Terdapat toilet, tempat parkir yang cukup luas, serta mushola untuk beribadah. Selain itu ada pula rumah panggung yang bisa digunakan wisatawan untuk beristirahat.

Pengunjung juga bisa menemukan tempat duduk yang terlihat seperti tribun disekitar lokasi wisata. Tak perlu takut kelaparan, terdapat warung sederhana yang menjajakan makanan serta minuman. Wisatawan bisa menikmati makanan seperti mie, kopi, atau secangkir teh hangat ditengah daerah dataran tinggi yang dingin ini.

Disepanjang jalan menuju ke puncak, wisatawan bisa menjumpai beberapa bengkel dan tambal ban, sehingga jika ban kendaraan bocor bisa segera memperbaikinya dibengkel-bengkel tersebut. Sayangnya, masih belum ditemukan penginapan disekitar lokasi wisata, wisatawan bisa bermalam dengan mendirikan tenda dsekitar Pantan Terong.

Berwisata di Pantan Terong memang sangat mengasyikkan ketika akhir pekan tiba, berikut kegiatan-kegiatan yang bisa dilakukan wisatawan ketika berada di tempat tersebut.

Menikmati Pemandangan Alam

Jika kamu tengah berencana berlibur di Aceh Tengah, maka tak ada salahnya memasukkan Pantan Terong kedalam list destinasi wisatamu. Terlebih jika kamu pecinta wisata alam, maka tempat ini sangat layak untuk kamu kunjungi. Kamu akan disuguhkan dengan pemandangan alam berupa perbukitan hijau, pegunungan serta Danau Laut Tawar yang telah menjadi destinasi populer di Aceh.

Kamu juga bisa menikmati sejuknya udara khas dataran tinggi di tempat ini. Jangan lupa untuk membawa pakaian tebal atau jaket, karena dinginnya udara yang terkadang menusuk hingga ketulang. Tempat ini memang sangat cocok dikunjungi bersama keluarga ataupun pasangan, serta kamu bisa menemukan ketenangan untuk menyegarkan pikiran setelah melewati hari-hari yang melelahkan.

Camping
Di Pantan Terong wisatawan diperbolehkan untuk mendirikan tenda serta bermalam disekitar lokasi. Namun kamu harus membawa tenda sendiri, karena tidak ada persewaan tenda yang bisa kamu temukan didekat lokasi wisata. Dan juga yang perlu diingat, pria dan wanita harus menggunakan tenda yang terpisah.

Tentunya akan menjadi pengalaman yang tak terlupakan ketika kamu bermalam di puncak serta menikmati indahnya malam yang dipenuhi bintang-bintang dilangit luas. Buatlah api unggun untuk menghangatkan badan yang diserang oleh dinginnya malam.

Melihat Sunset dan Sunrise
Melihat sunset dan sunrise merupakan salah satu daya tarik dari Pantan Terong. Jika kamu ingin melihat sunrise tentunya kamu harus tiba dilokasi pada pagi-pagi buta. Pesona keindahan alam pun akan terasa ketika sang surya mulai memperlihatkan sinarnya, dinginnya udara secara perlahan hilang berganti dengan kehangatan dari pancaran sinar matahari.

Fenomena sunset pun tak kalah indahnya untuk kamu nikmati di tempat wisata ini, ketika matahari secara perlahan menghilang akan tercipta sebuah siluet indah berpadu dengan gradasi warna nan cantik. Seketika akan tercipta suasana romantis yang akan terasa sempurna jika kamu menikmatinya bersama orang tercinta.

    Tips Berwisata di Pantan Terong
  • Sebelum bertolak ke Pantan Terong, persiapkanlah kondisi fisik dan kendaraan.
  • Berhati-hatilah ketika menuju ke puncak, karena jalan yang dipenuhi tanjakan dan tikungan curam.
  • Bawalah pakaian hangat, karena udara di puncak sangat dingin.
  • Jika ingin camping, bawalah tenda dari rumah karena disini belum ada persewaan tenda.
  • Jagalah kebersihan Pantan Terong, dengan tak membuang sampah sembarangan.
  • Jagalah kelestarian dengan tak merusak apapun yang ada di lokasi wisata.
  • Berdoalah sebelum berangkat, agar liburanmu berjalan sesuai rencana.






Thursday, May 3, 2018

May 03, 2018

Gunung Seulawah Agam di aceh

Gunung Seulawah Agam di aceh

Sumber:
http://www.mongabay.co.id/2016/12/26/mongabay-travel-menikmati-indahnya-puncak-gunung-seulawah-agam/


Gunung Seulawah Agam yang terletak di Kabupaten Aceh dan Kabupaten Pidie, Aceh, ini memiliki keindahan alami. Penat akan hilang begitu kita tiba di puncaknya di ketinggian 1.800 meter di atas permukaan laut (m dpl), meski harus menempuh sembilan jam perjalanan.

Semua sangat alami. Udara bersih tanpa polusi, pepohonan rimbun, kicauan merdu berbagai jenis burung, dan pastinya tiada sampah plastik di gunung yang memiliki sebutan lain: solawa agam, solawaik agam, selawadjanten, dan goldberb ini.

Seulawah Agam terbentuk diperkirakan akibat pertemuan lempeng Indo-Australia yang bergerak ke utara dan menghujam lempeng kerak Eurasia. Akibat kejadian tersebut, terjadilah peleburan kerak Samudera Indo-Australia menjadi magma yang kemudian membentuk gunung ini.

Menggapai puncak Seulawah Agam tidak sesulit gunung lain yang ada di Aceh seperti Burni Telong, Peut Sagoe, atau Puncak Leuser. Di area ini, kemiringan paling ekstrim hanya 70 derajat, itu juga tidak sampai 500 meter. Bagi pendaki gunung di Aceh, khususnya mahasiswa, mereka belum dianggap pendaki jika belum menapakkan kaki di puncak Seulawah Agam.

Mendaki Seulawah, bisa dimulai dari perkampungan penduduk Saree, Aceh Besar. Bagi wisatawan yang belum pernah mendaki, disarankan memulainya pukul 07.00 WIB, tujuannya, agar banyak waktu istirahat dan tidak kemalaman di hutan. Suhu minimum wilayah ini adalah 19 derajat Celcius dan maksimal 25 derajat Celcius.

Memasuki daerah Pintu Rimba, pendaki akan melewati jalur pepohonan lurus dan besar. Di sini tanahnya basah dan berlumut, yang sekitar tiga jam harus dilalui. Pintu Angin, adalah wilayah jelajah berikutnya yang telah menanti dengan pemandangan hutan hijau dan barisan pohon bertajuk unik.

Dari sini, pendakian dengan kemiringan 70 derajat dimulai yang menandakan kita telah memasuki daerah Beringin Tujuh. Ada tujuh pohon beringin besar usia ratusan tahun di sini. Selanjutnya ada daerah bernama Batu Gajah, karena ada pohon yang dibalut lumut, bentuknya persis belalai gajah. Dari sini, puncak Gunung Seulawah sudah dekat dan suhunya semakin dingin.

Sebuah tugu bertuliskan P.137 Gunung Seulawah Agam menandakan kita telah mencapai puncaknya. Di puncak gunung ini, wisatawan akan merasakan nuansa alam yang jauh dari hiruk-pikuk peradaban manusia. “Saya sudah lebih 30 kali bermalam di puncak gunung ini. Tiada pernah bosan, setiap saat saya ingin kembali,” ungkap Syahrol Rizal.

Pria yang kerap disapa Yahwa ini tidak hanya berpergian untuk menghilangkan lelah, tapi juga menemani wisatawan yang ingin menikmati indahnya Seulawah Agam. “Jangankan menemani wisatawan yang ingin liburan, teman yang foto prewedding juga pernah saya bawa,” ujar lelaki pencinta fotografi ini.

Umar, wisatawan yang pernah mendaki puncak Seulawah Agam mengaku, pengalaman luar biasa dirasakan saat berada di gunung ini. Menurutnya, lelah saat mendaki seakan sirna begitu tiba di puncaknya. “Saya baru pertama kali mendaki gunung. Setelah tiba di puncak Seulawah, saya ingin lebih lama di sana,” ujarnya.




May 03, 2018

Taman Hutan Raya Pocut Meurah Intan di aceh

Taman Hutan Raya Pocut Meurah Intan di aceh

Sumber:
https://gpswisataindonesia.info/2017/09/tahura-pocut-meurah-intan-nad/


Tahura (Taman Hutan Raya) Pocut Meurah Intan (Cut Nyak Dien) terletak di Kabupaten Aceh Besar dan Kabupaten Pidie, atau tepatnya di Jl. Lintas Banda Aceh – Medan, Km.77, Saree, Kabupaten Aceh Besar, Propinsi Nanggroe Aceh Darussalam.

Tahura Pocut Meurah Intan terletak di gugusan kawasan hutan Seulawah Agam, berjarak 70 kilometer dari Kota Banda Aceh, dengan luas 6.300 ha. Keadaan topografi Tahura Pocut, umumnya berbukit-bukit, sebagian kecil adalah dataran rendah dengan status sebagai hutan negara dengan ketinggian 0 sampai 40 meter di atas permukaan laut (DPL) dan berada di kaki Gunung Seulawah Agam.

Menurut klasifikasi iklim Schmidt dan Ferguson, Tahura Pocut Meurah Intan termasuk dalam tipe iklim B dan C. Hasil pencatatan rata-rata curah hujan pertahun sebesar 67-101 hari. Curah hujan berkisar antara 1.750-2.000 mili meter pertahun. Temperatur udara rata-rata minimum 22°C dan maksimum 30°C. Kelembaban rata-rata 92,7 persen pertahun dan tekanan udara rata-rata 1.212,1 MB pertahun atau 1010,1 MB perbulan.


Sejarah

Mempunyai sejarah panjang sebelum ditetapkan menjadi Tahura. Sejak tahun 1930 kawasan Seulawah Agam telah ditetapkan menjadi kawasan hutan. Pada tahun 1990 Pemda Daerah Istimewa Aceh, melalui SK Gubernur Kepala D.I. Aceh No. 522.51/442/1990 tanggal 4 September 1990 membentuk Tim Taman Hutan Raya Seulawah. Luas peruntukannya mencapai 25.000 hektar, dari luas tersebut akan dipilih 10.000 hektar yang dianggap layak dan dapat mewakili keanekaragaman potensi flora, fauna maupun potensi fisik lainnya yang ada. Ternyata dari luas yang diperkirakan awal 10.000 ha, hanya 6.300 ha yang ditetapkan sebagai luas areal Tahura, dan nama Tahura Seulawah kemudian ditetapkan menjadi Tahura Pocut Meurah Intan.


Flora

Tahura Pocut menyimpan berbagai jenis flora yang didominasi kayu Pinus (Pinus mercusii) dan Akasia (Acasia auriculiformis) seluas 250 Ha, dan padang alang-alang yang luasnya 5.000 hektar atau 20 persen yang diselingi hutan-hutan muda. Penyebaran jenis-jenis flora ini hampir merata di semua kawasan, mulai hutan pantai, hutan dataran rendah hingga hutan dataran tinggi.


Fauna

Sedangkan jenis fauna antara lain Rusa (Cervus unicolor), Babi (Sus Scrofa), Landak (Hystrik brachyura), Kancil, Kera ekor panjang, Burung sri gunting, Burung sempala, Ayam hutan, dan Lutung. Di samping itu dijumpai juga jenis mamalia besar di antaranya Gajah (Elephas maximus). Penyebaran jenis fauna hampir merata di seluruh kawasan.


Potensi Wisata Alam

Alamnya yang potensial sebagai tempat wisata karena didapati sejumlah obyek alam menarik, seperti air terjun berair panas, sumber air panas, kawah ie juk, kawah belerang, tempat mengasin satwa, kubangan gajah, rumah, kolam, saluran pembagi air, bendungan tua peninggalan Belanda, mata air, lembah Mon Jasa Ma, Makan Tgk. Lamcut, Mesjid Tgk. Keumuruh, tebing batu bersusun, lintasan gajah, lantai gunung berbatu, alur besar berbatu, gunung gajah, batu monyet, tempat bermain.


Fasilitas

Fasilitas yang terdapat pada Tahura Pocut Meurah Intan ini tergolong cukup lengkap, telah tersedia pos penjagaan dengan petugas polisi hutan yang siap mendampingi wisatawan untuk menyusuri hutan. Selain itu, juga terdapat toilet, serta lahan parkir cukup luas tak jauh dari pos penjagaan tersebut.

Di taman hutan raya ini juga disediakan wahana outbond yang bisa digunakan oleh wisatawan. Wahana tersebut seperti flying fox, serta jembatan tambang. Letak dari wahana tersebut bersebelahan dengan rumah pohon di hutan pinus.

Didalam hutan pinus juga terdapat taman kecil yang dhiasi gazebo-gazebo unik dengan tempat duduk. Taman kecil ini juga memiliki wahana bermain anak-anak seperti ayunan dan prosotan. Jika wisatawan lapar atau haus, bisa memesan makanan di café yang terdapat di taman tersebut.


Informasi lebih lanjut hubungi
Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) DLHK ACEH
Jl. Jend. Sudirman No. 21, Banda Aceh 23239
Telp. (62) 651 42277 – 44180, Fax. (62) 651 43628